Pagi hari Minggu jam 03.00 WIB, kala itu suhu mencapai 23˚C suasana kompleks perumahan masih sepi dan gelap gulita karena lampu jalanan tidak berfungsi dengan semestinya. Seluruh orang rumah masih sibuk dengan mimpi mereka masing – masing yah tapi apa peduliku dengan urusan mereka. Kala itu tidak tau mengapa aku terbangun di pagi hari? Biasanya kalok gak kebelet e’ek ato pipis ya leper. Berhubung suasana sedang dingin aku pingin makan makanan yang anget – anget. Tapi itukan masih pagi jadi belom ada makanan! Mau beli di luar juga took belum ada yang buka! Bagaumanapun Allah tidak pernah meninggalkan hambanya yang kesusahan, disaat genting karena kelaparan dan rasanya mao mate aku menemukan sebungkus indomie goring dan sebutir telur ayam kampong di laci lemari dapur OOHHH….., terselamatkan!
Aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya mulai piring, air hangat dan lain – lainnya untuk memasak indomie goreng. Semua berjalan lancar tanpa ada kecelakaan yang terjadi seperti kepeleset ato pipis dicelana wekekekeke....., semuanya aman terkendali ketika indomie sudah jadi, panci aku angkat lalu indomienya aku saring pake saringan lalu mienya aku buang ke tempat sampah dan air bekas masiknya aku tuang ke piring AAAAAAAAPPAAAAAAA!??? Satu – satunya indomie tempat q bertahan hidup bercampur dengan seonggokan sampah – sampah, gileeee mikir apa aku sampe ngebuang makanan. Aku hanya bisa berjongkok di pinggir tempat sampah melihat indomie yang bercampur dengan sampah..OOOOOHHhhh........ pemandangan yang teragis, rasa sesal yang tak tertahankan rasanya seperti diputus cinta ama luna maya.
Setelah beberapa saat aku mulai bangkit kembali dengan semangat 45, dengan tampang liar dan bringas melihat kearah sebutir telur ayam kampung seperti kambing gak makan satu minggu ngeliatin rumput ilalang. Harapan satu – satunya untuk bertahan hidup malam ini hanya sebutir telur ayam kampung. Keperlakukan telur itu bak raja dunia, ku panaskan minyak panas cap bimoli yang dua kali penyaringan itu. Sambil menunggu minyak itu panas aku duduk di kursi dapur sambil memainkan telur ayam dan tiba – tiba aku tertidur untuk beberapa lama.
Selang beberapa menit aku bangun karena kaget mencium bau minyak panas yang memenuhi dapur. Pikirku “orang bodoh mana yang masak jam 03.22 WIB!!” setelah q menoleh ke arah kompor gas bused itu minyak goreng udah mendidih kaya aer panas dineraka uda pada bergelembung. Sontak aku ingat kalau aku yang memanaskan minyak dengan segera aku buka kaca jendela dapur agar asap keluar dari ruangan. Karena panik dan setengah mengantuk aku ambil telur ayam dan segera aku ceplok ke tempat sampah dan kulitnya aku goreng......................................................................
AAAAAPPAAAAAAAAAAAA............................Kenapa semua ini terjadi padaku, ya Allah apa yang salah dengan diri aku ini. Sengguh pagi hari yang berat membuat aku sangat kelaparan. Pada akhirnya aku Cuma bikin teh gangat untuk mengusir rasa sakit jarenan cacing – cacing diperut pada demo minta makan.
Jam 4.15, Mama aku bangun terus tanya “ ngapain kamu? Kalok laper makan aja di kulkas ada donat ama ayam goreng kemarin malem. Aku cuman bisa melotot dan tercengan sambil berbicara dalam hati “Oia..ya ya kenapa dari awal aku gak periksa kulkas!!!???”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar